Jakarta Doeloe, Kini, dan Nanti dalam Puisi

Jakarta Doeloe, Kini, dan Nanti dalam Puisi

SEPERTI apakah Jakarta, ibu kota republik ini doeloe, kini, dan nanti? Setidaknya bisa terbaca dari antologi puisi yang hari ini diluncurkan di salah satu Gedung Universitas Negeri Jakarta, Selasa (21/5/2019). Kumpulan puisi ‘Jakarta Betawi’ ini merupakan himpunan 51 penyair yang karyanya termuat dalam buku ini. Di antaranya terdapat nama-nama yang tidak asing lagi di dunia kepenyairan seperti Bambang Widiatmoko, Emi Suy, Sudarmono, Syarifuddin Arifin, Wig SM, dan Yahya Andi Saputra. Buku terbitan Pusake Betawi FBS UNJ ini semakin semarak dalam peluncurannya karena dibarengi dengan buku bersama di bulan suci Ramadhan….

Read More

Inilah Para Pemenang LCCCB ICLaw Green Pen Award 2019

Inilah Para Pemenang LCCCB ICLaw Green Pen Award 2019

SELEBRI– Adalah cerpenis Pipiek Istianti dari Kudus, Jawa Tengah, tampil sebagai pemenang pertama Kategori B – dikhususkan untuk mahasiswa, guru, dosen, dan umum – Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB), Genre Sastra Hijau bertema “Merawat dan Melestarikan Bumi Kita Satu-satunya”. Cerpen Pipiek berjudul ‘Daun Tebu Keemasan’ berhadiah uang tunai Rp 5.000.000,00 + ICLaw Green Pen Award. Lomba yang digelar ICLaw bekerjasama dengan Rayakultura itu diumumkan di Villa Fahmi Idris, Desa Cimacan, Jalan Raya Cibodas, Kampung Rarahan, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Senin (22/4/2019). Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia dan kepedulian…

Read More

Renungan Fakhrunnas

Renungan Fakhrunnas

Judul Buku : Airmata Musim Gugur Penulis : Fakhrunnas MA Jabbar Pengantar : H. Ian Machyar Jumlah Halaman : 149 Penerbit : Siger Publisher & TirasKita Tahun Terbit : Mei 2016 INILAH buku tunggal ketiga dari penyair produktif Riau, Fakhrunnas MA Jabbar. Sebelum menerbitkan “Airmata Musim Gugur”, ia menghadirkan “Airmata Barzanji” (2003) dan “Tanah Airku Melayu” (2010). Penyair lulusan forum “Puisi Indonesia ’87” ini ‘menghadiahkan’ para pembaca karya perjalanannya ke banyak tempat di dalam dan luar negeri. Tentu saja, menarik untuk disimak. Renungan Fakhrunnas pasti berbeda dengan penyair Indonesia terdahulu…

Read More