Di Bondowoso Ada Museum Kereta Api Lho!

bondowoso1

SELEBRI – Di Bondowoso, Jawa Timur, ada museum kereta api. Museum ini menempati bekas stasiun kereta api Bondowoso yang kini sudah tak difungsikan, Museum Kereta Api Bondowoso memajang alat-alat yang dulu pernah digunakan untuk menunjang operasional kereta api.

Alat-alat tersebut merupakan peninggalan zaman dahulu. Bahkan, ada beberapa alat peninggalan zaman Belanda. Alat itu masih asli. Terlihat dari bentuknya yang sudah mulai tampak keropos di makan usia.

Misalnya, Semboyan 40. Alat ini berupa tongkat bambu berwarna hijau berbentuk bundar pada ujungnya. Semboyan 40 biasanya diberikan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) pada kondektur dengan mengangkat benda berbentuk tongkat itu.

Semboyan 40 sebagai isyarat kereta api sudah boleh berangkat. Semboyan ini biasanya diikuti Semboyan 41 atau peluit panjang satu kali oleh kondektur. Lalu, dijawab oleh masinis dengan Semboyan 35 atau suara seruling panjang lokomotif. Maka, berangkatlah kereta api.

Ada lagi Lampu Hansen. Istilah ini sebenarnya berasal dari kata handsign. Lampu berbentuk kubus ini berbahan seng. Pada zaman dulu, nyala lampu ini bersumber dari pijar api yang bahan bakarnya minyak tanah atau minyak jarak. Setelah disulut lalu dimasukkan ke lampu.

Bagian samping lampu ini berbahan kaca bulat yang berwarna hijau. Lampu tangan ini biasanya digunakan PPKA sebagai tanda saat memberikan ijin pada masinis untuk segera memberangkatkan kereta api.

Di museum ini juga ditampilkan foto-foto. Dalam foto hitam putih digambarkan tentang awal mula pembangunan jalur kereta api di Indonesia. Khususnya jalur antara Jember-Panarukan yang melintasi Bondowoso.

“Alat-alat di museum ini masih asli semua. Kami dapatkan dari beberapa stasiun yang kebetulan masih ada,” jelas Mulyana, Supervisor Museum Kereta Api Bondowoso, di kantornya, Sabtu (23/2).

Mulyana menjelaskan museum sejarah kereta api ini menampilkan koleksi benda-benda bersejarah yang digunakan untuk mengoperasikan kereta api sejak zaman Belanda atau sebelum abad ke-20.

“Museum ini sebagai sarana untuk mengingatkan kembali pada anak cucu kita kelak. Bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang sangat vital kala itu,” ujar Mulyana. (dtk/Daf)

Related posts

Leave a Comment